Kejari PALI Ajak Masyarakat Perangi Korupsi

Pengendara kendaraan bermotor sedikit terlihat was-was saat melewati depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten PALI di Jalan Merdeka, Simpang Palawan, Kelurahan Talang Ubi Selatan. Karena jajaran Kejari yang dipimpin langsung kepala Kejari, Yunitha Arifin bersama kepala inspektorat dan kepala Bagian Hukum Sekretariat daerah kabupaten PALI bergantian menghentikan laju kendaraan pengendara.

Bukan tanpa sebab, karena Kejari dan rombongan memberhentikan para pengendara karena untuk membagikan stiker anti korupsi sebagai kegiatan Kejari dalam memperingati hari anti korupsi internasional yang jatuh setiap tanggal 9 Desember.

“Saya kira tadi ada razia atau ada kecelakaan lalulintas, sebab di depan kantor Kejari ramai dan kondisi seperti ini tidak biasanya, makanya saya kaget dan sedikit was-was, sebab saya tidak pakai helm, karena mau pulang jemput anak sekolah,” ucap Ujang, salah satu warga pengguna jalan, Jum’at (8/12/2017).

Tapi setelah tahu apa yang dilakukan pihak Kejari, Ujang lega dan mendukung apa yang dilakukan pihak Kejari.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk mencegah adanya korupsi di kabupaten PALI, sebab kita ketahui bahwa Kabupaten ini sedang gencar membangun dan jangan sampai dana miliaran rupiah diselewengkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.” tukasnya.

Kajari PALI, Yunitha Arifin menjelaskan bahwa dalam rangka memperingati hari anti korupsi internasional ini pihaknya melakukan bagi-bagi striker, mengajak masyarakat agar menghindari korupsi dengan tulisan “Sehat Tanpa Korupsi”

“Selain itu, kita juga akan sosialisasikan anti korupsi dengan mengadakan lomba pidato tingkat pelajar SMA yang bakal digelar puncaknya pada Selasa (19/12/2017) mendatang di gedung Pesos. Untuk lomba penyisihannya digelar di aula SMAN 2 Unggulan pada Kamis (14/12/2017),” terangnya.

Lebih lanjut, Kakejari mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengawasi dan melaporkan setiap tindakan baik pejabat pemerintah, pihak ketiga (pemborong) dan lainnya dalam penggunaan uang rakyat, dinilai melakukan tindak korupsi.

“Dari masyarakat yang bersentuhan langsung dan mengawasi langsung setiap pembangunan terutama yang ada di kabupaten kita ini,” pungkasnya.

Sumber : Global Planet

author